TEMPO.COJakarta - Realisasi investasi modal asing dan dalam negeri ke Bali pada periode Januari-September 2015 meroket hingga 689 persen menjadi Rp22,9 triliun, dari periode sama tahun lalu hanya Rp2,9 triliun.

Dari total investasi tersebut, penanaman modal asing (PMA) mencapai US$454,8 juta, dengan menyerap tenaga kerja asing 93 orang, dan 3.626 orang lokal di 529 proyek. Adapun penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp17,6 triliun meliputi 22.846 proyek dan menyerap sebanyak 5.084 orang.

Pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) mulai akhir tahun ini diperkirakan menyebabkan investor bersemangat merealisasikan proyeknya agar dapat segera beroperasi.

"Mungkin pengusaha mau menangkap peluang itu. Soalnya, ada banyak negara dapat bebas visa dan kunjungan wisatawan ditargetkan naik, pasarnya menjanjikan," ujar Ida Bagus Parwata,‎ Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Daerah (BPMPD), Rabu (2 Desember 2015).

Parwata menegaskan realisasi hingga akhir September di luar dugaan, karena target Bali sampai akhir tahun hanya sekitar Rp11 triliun. Dia mengungkapkan sektor tersier masih menjadi tujuan investasi terfavorit dengan nilai investasi Rp22,8 triliun, sedangkan sektor primer Rp21,7 miliar, dan sekunder Rp165,3 miliar.

Sektor tersier yang paling diminati adalah bidang perdagangan dan reparasi mencapai Rp16 triliun terdiri dari 4.124 proyek, sedangkan hotel dan restoran sekitar Rp5 triliun meliputi 660 proyek.‎

Lokasi yang banyak menjadi tujuan investasi modal asing dan dalam negeri adalah kota Denpasar senilai Rp15,1 triliun, dan Kabupaten Badung Rp5,2 triliun, sisanya tersebar di 7 kabupaten lain.

Menariknya, kata dia, realisasi investasi asing, khususnya dari negara Singapura, Malaysia, dan British Virgin Island ke Bali, pada periode triwulan III/2015 mengalami peningkatan tajam.

Penanaman modal asing (PMA) dari Malaysia tercatat berkontribusi terbanyak, mencapai US$‎121,2 juta atau meroket 13.369% jika dibandingkan dengan akhir 2014 senilai US$900.000. Jumlah tersebut hanya realisasi dari 3 proyek.

PMA Singapura mencapai US$104,5 juta, meningkat 203% dibandingkan dengan akhir tahun lalu US$34,5 juta. Jumlah proyek yang direalisasikan sebanyak 22 lokasi. Sementara PMA dari British Virgin Island mencapai US$74,2 juta, melonjak 1.213% dari akhir Desember tahun lalu US$5,4 juta. Dengan jumlah proyek yang direalisasikan sebanyak 5 lokasi.

Astawa memprediksi hingga akhir tahun realisasi investasi ke Pulau Dewata akan terus meningkat. Dia memperkirakan total investasi asing dan dalam negeri ke pulau ini bisa menembus Rp24 triliun.

Dia melanjutkan pada tahun depan diperkirakan investasi ke Bali akan terus meningkat seiring langkah DPRD Bali menggodok ranperda insentif bagi investor yang berinvestasi di luar Bali Selatan.

Ditegaskan, kebijakan itu akan membuat investor mendapatkan bantuan dan kemudahan sehingga tertarik berinvestasi.

See also: http://www.mwbalirealestate.com/articles/2015/12/4/investment-up-689-over-january-september-period

This article has been copied from the website: www.bisnis.tempco.co If you feel this article has been re-published outside of the copyright parameters, please contact us immediately to resolve any issues. We respect copyrights and address any concerns promptly. Thank you.

Please see the original document:

http://bisnis.tempo.co/read/news/2015/12/02/090724287/investasi-ke-bali-hingga-september-capai-rp-22-9-triliun

Comment